February 28, 2024

WASHINGTON (AP) — Ketika perang Israel-Hamas semakin intensif, Amerika Serikat pada Kamis meluncurkan program bebas visa yang memungkinkan warga Israel yang ingin mengunjungi Amerika Serikat selama 90 hari atau kurang tanpa harus mengajukan permohonan visa.

Amerika mengumumkan pada tanggal 27 September bahwa mereka menerima Israel ke dalam program bebas visa, sehingga menambahkan negara tersebut ke dalam kelompok 40 negara terpilih yang sebagian besar negara-negara Eropa dan Asia yang warganya dapat melakukan perjalanan ke Amerika selama tiga bulan tanpa visa.

Pada saat itu, AS mengatakan warga Israel dapat mulai bepergian ke Amerika tanpa visa mulai tanggal 30 November. Dalam siaran persnya, Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan program tersebut telah beroperasi pada hari Kamis.

Para pejabat tidak memberikan alasan atas perubahan jadwal tersebut dalam rilis berita Kamis. Namun hanya beberapa hari setelah Israel diterima dalam program bebas visa, Hamas melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi di Israel selatan. Sejak itu militer Israel tanpa henti menyerang lokasi di Jalur Gaza saat mereka bersiap untuk invasi darat.

Di bawah program pengabaian, warga Israel pertama-tama mendaftar ke Sistem Elektronik untuk Otorisasi Perjalanan. Itu adalah sistem otomatis yang membantu menentukan apakah seseorang memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan, kata Homeland Safety dalam rilis beritanya. Prosesnya bisa memakan waktu hingga 72 jam. Kemudian mereka bisa melakukan perjalanan ke Amerika

Agar memenuhi syarat, warga Israel harus memiliki paspor yang diaktifkan secara biometrik. Mereka yang tidak memiliki paspor tersebut masih harus mengajukan permohonan visa AS, kata departemen tersebut.

Negara-negara yang ingin mengambil bagian dalam program visa harus memenuhi tiga kriteria penting. Israel memenuhi dua kriteria tersebut dalam dua tahun terakhir: rendahnya persentase warga Israel yang mengajukan permohonan visa namun ditolak, dan rendahnya persentase warga Israel yang telah memperpanjang masa berlaku visanya. Israel telah berjuang untuk memenuhi kriteria ketiga, karena adanya timbal balik yang pada dasarnya berarti semua warga negara AS, termasuk warga Amerika keturunan Palestina, harus diperlakukan sama ketika melakukan perjalanan ke atau melalui Israel.

Banyak kritikus mengatakan bahwa meskipun ada pernyataan Amerika, warga Amerika keturunan Palestina masih menghadapi diskriminasi ketika bepergian ke Israel.