February 28, 2024

MEMPERBARUI: 15:15 — Sandera Judith dan Natalie Raanan telah dibebaskan oleh Hamas.

Mantan koresponden NBC Information yang berbasis di Israel, Martin Fletcher, mengungkapkan dalam penampilan di MSNBC bahwa dua anggota keluarga istrinya termasuk di antara sandera yang ditangkap oleh Hamas dari Israel.

Fletcher, yang menjabat sebagai koresponden Timur Tengah dan kepala biro Tel Aviv, tersedak saat menjelaskan situasinya kepada Stephanie Ruhle dari MSNBC pada Kamis malam saat berdiskusi tentang konflik Israel-Hamas.

Ia mengaku baru mengetahui kabar tersebut hari itu. Dia mengatakan bahwa Natalie dan Judith Raanan, warga Amerika dari Evanston, Illinois, berada di Israel mengunjungi nenek mereka untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-85.

“Mereka terakhir terlihat [with] tangan mereka diikat, diseret oleh teroris Hamas. Jadi itu private, itu nyata,” ujarnya.

Judith Raanan dan putri remajanya Natalie Raanan sedang mengunjungi ibu Judith Raanan di sebuah kibbutz di selatan Israel pada saat serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober, The New York Occasions melaporkan pekan lalu.

Natalie Raanan baru saja lulus SMA.

Anggota keluarga di Israel dilaporkan diberitahu bahwa wanita-wanita tersebut berada di Gaza tetapi tidak diketahui apakah mereka hidup atau mati.

Anggota keluarga dan masyarakat di Evanston, pinggiran utara Chicago, mengatakan kepada The Related Press bahwa mereka berdoa agar pasangan tersebut kembali dengan selamat.

Bibi Natalie Raanan, Sigal Zamir, berkata, “Saya berdoa agar mereka kembali hidup. Mereka tidak bersalah dan penuh kasih sayang, dan mereka tidak melakukan apa pun.”

Diperkirakan 200 orang disandera di Gaza, kata lembaga penyiaran publik Israel, Kan, pada Kamis. Hamas mengatakan mereka menyandera 200 orang, lapor Reuters. Setidaknya 20 orang Amerika hilang, menurut pihak berwenang AS.