May 18, 2024

Inner Income Service telah memberlakukan hak gadai pajak atas kondominium Rudy Giuliani di Florida sebagai tanda lain meningkatnya kesulitan keuangan sekutu lama Donald Trump tersebut.

Kondominium tersebut, bagian dari kompleks yang dibangun pada tahun 1969, terletak sekitar tiga mil sebelah utara resor golf Mar-a-Lago milik mantan presiden di Palm Seaside, Florida.

Giuliani berhutang pajak penghasilan sekitar $550,000 kepada IRS, menurut pengajuan yang ditandatangani pada akhir Agustus. Hal ini merupakan tambahan dari berbagai tuntutan hukum yang dilaporkan meningkat ketika mantan walikota New York Metropolis menghadapi tuntutan pidana campur tangan pemilu di Georgia dan masalah hukum lainnya.

Keberadaan hak gadai tersebut pertama kali dilaporkan minggu ini oleh The Every day Mail, yang memperkirakan kondominium tersebut saat ini bernilai sekitar $4,5 juta. Giuliani membeli properti itu seharga $1,9 juta pada tahun 2010 dan gagal menjualnya seharga $3,3 juta pada tahun 2019, menurut Palm Seaside Every day Information.

Jika Giuliani tidak menyelesaikan masalah dengan IRS, badan tersebut memiliki wewenang untuk memungut propertinya — yaitu menyita dan menjualnya — untuk membayar utangnya. Hak gadai juga dapat mempengaruhi kemampuannya untuk mendapatkan kredit.

Mantan walikota itu mendaftarkan apartemen Higher East Facet seharga $6,5 juta musim panas ini tetapi belum menemukan pembeli.

Pengacara Giuliani, Adam Katz, mengatakan kepada hakim pada bulan Agustus bahwa kliennya “hampir bangkrut.” Di antara mereka yang menggugatnya adalah Smartmatic, perusahaan teknologi pemungutan suara yang menuduh Giuliani melakukan pencemaran nama baik, dan Robert J. Costello, mantan pengacara yang mengatakan Giuliani berhutang lebih dari $1 juta kepadanya dalam bentuk biaya yang belum dibayar. Juga pada bulan Agustus, seorang hakim federal memerintahkan Giuliani untuk membayar hampir $133.000 kepada dua petugas pemilu Georgia setelah dia gagal memberikan bukti dalam kasus mereka yang memberatkannya.

Namun masalah pribadi Giuliani lebih jauh lagi.

Pekan ini, The New York Instances melaporkan dugaan masalah minuman keras yang dialami Giuliani telah menarik perhatian jaksa khusus Jack Smith, yang sedang menyelidiki Trump. Cerita tersebut mengklaim Giuliani telah menunjukkan “kemabukan yang konsisten dan mencolok” dalam beberapa tahun terakhir, bahkan diduga menenggak minuman keras sebelum tampil di Fox Information.

Dalam buku barunya, mantan ajudan Gedung Putih Cassidy Hutchinson menuduh Giuliani meraba-raba dia pada 6 Januari 2021, meski dia membantah tuduhan tersebut.

Giuliani, mantan jaksa New York, juga dapat dicabut izin hukumnya jika dewan disiplin setuju dengan panel yang merekomendasikan tindakan tersebut mengingat upayanya untuk membatalkan hasil pemilihan presiden tahun 2020.